Lirik Lagu-lagu Album Ruang Tunggu Payung Teduh

AKAD

Betapa bahagianya hatiku saat duduk berdua denganmu

Berjalan bersamamu

Menarilah denganku

Namun bila hari ini adalah yang terakhir namun kutetap bahagia

Selalu kusyukuri begitulah adanya

Namun bila kau ingin sendiri

Cepat-cepatlah sampaikan kepadaku

Agar ku tak berharap dan buat kau bersedih

 

Reff:

Bila nanti saatnya tlah tiba

Kuingin kau menjadi istriku

Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan

Berlarian ke sana kemari dan tertawa

Namun bila saat berpisah telah tiba

Izinkan ku menjaga dirimu

Berdua menikmati pelukan di ujung waktu

Sudilah kau temani diriku

**Namun bila kau ingin sendiri

Cepat-cepatlah sampaikan kepadaku

Agar ku tak berharap dan buat kau bersedih

Reff:

Bila nanti saatnya tlah tiba

Kuingin kau menjadi istriku

Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan

Berlarian ke sana kemari dan tertawa

Namun bila saat berpisah telah tiba

Izinkan ku menjaga dirimu

Berdua menikmati pelukan di ujung waktu

Sudilah kau temani diriku

Sudilah kau menjadi temanku

Sudilah kau menjadi istriku

DIATAS MEJA

Di atas meja rindu itu hilang dalam kata-kata

Sebentar lagi kita saling lupa

Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut

Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Reff:

Mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta

Akan selalu tenang di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Di dalam kamar rindu itu menguap dalam kebisuan

Sebentar lagi kita semakin lupa

Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap

Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Reff:

Mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta

Akan selalu tenang di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Di tiap langkah rindu kita menghilang penuh keraguan

Lalu kita pun sungguh smakin lupa ooo…

Kita menjelma kebisuan yang tak kunjung terungkap

Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Reff:

Mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta

Akan selalu ada tenang di sela-sela gelisah yang menunggu reda

SELALU MUDA

Pada setiap malam yang gelap

Pada fajar yang muram

Pada mimpi yang manja

Pada ridu yang memuja

Pada senyuman yang menua

Hasrat berlapis mekarnya seperti seruni

Kusentuh wajahmu di mimpi yang sunyi

Dekapan tulus membuai nurani

Tak kunjung kutemui dimana kau sembunyi

Reff:

Kenangan menjelma dupa harumnya merasuk kemana-mana

Membelai helai rindu yang selalu muda

Kenangan menjelma dupa harumnya merasuk kemana-mana

Membelai helai rindu yang selalu muda

MARI BERCERITA

IS:

Seperti yang biasa kau lalukan

Ditengah perbicangan kita

Tiba-tiba kau terdiam

Sementara ku sibuk menerka apa yang ada dipikiranmu

Icha:

Sesungguhnya berbicara denganmu

Tentang segala hal yang bukan tentang kita

Mungkin tentang ikan paus di laut atau tentang bunga padi di sawah

Sungguh bicara denganmu tentang segala yang yang bukan kita

Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja hooo…..

Reff:

Malam jangan berlalu

Jangan datang dulu terang

Telah lama kutunggu

Kuingin berdua denganmu

Biar pagi datang, setelah aku memanggil terang

Aih, pencuri kau terang

Terang….

MURAM

Lihat kerinduan itu

Menjelma sungai yang airnya sering kau teguk

Tepian tempatmu menangis

Dalam gelap

Lambaian tangan kasih

Meluruhkan segala mimpi yang didambakan

Sirna hasrat untuk bercinta

Jejak langkahmu hilang pudar

 

Sinar bulan sembunyikan semua cerita

Yang mungkin telah kau simpan

Sirna dalam kelam

Reff:

Singgahlah sejenak

Menepilah wahai tuan

Berpeluh lukamu nan muram

Hiduplah asa…

Langkah kaki kasih pergi

Meluruhkan segala mimpi yang didambakan

Sirna hasrat untuk bercinta

Jejak langkahmu hilang pudar

SInar bulan sembunyikan segala cerita

Yang mungkin telah kau kecap punah dalam kelam

Reff:

Singgahlah sejenak

Menepilah wahai tuan

Berpeluh lukamu nan muram

Hiduplah asa…

 

PUAN BERMAIN HUJAN

Menjelma bayang-bayang

Dalam hening dalam kerinduan

Kudapati puan menangisi hujan

Meratapi hujan

Bukan bersedih

Tapi kerinduan yang manis

Sedari tadi kuingin memeluk

Kuingin mendekap erat

Reff:

Puan asik dengan hujan

Puan sedang mengenang-ngenang

Puan sedih juga riang disetiap hujan datang

Disetiap datang

Puan selalu seru bermain dengan hujan

Aih hujan lagi puan…

SISA KEBAHAGIAAN

Is:

Seandainya bisa terbang dari jendela, menjemputmu

Lalu kuajak kau berkeliling dengan terbang yang laju

Icha:

Tapi kuyakin kau pasti sering merasakannya

Atau kita bisa berakhir di pantai, di siang yang terik

Is: 

Kurasakan pasirnya panas dipijakkan

Saat sesekali air laut menjilati kakimu yang indah

Icha:

Kau sibuk menikmati semuanya

Sementara aku gelisah karna kegirangan bisa berdua denganmu

Di ujung-ujung waktu ini

Di sisa-sisa kebahagiaan yang hampir habis

KITA HANYA SEBENTAR

Ala rini le upatudang mulujajarengrilaimmu

Tenna io mi anriq ponratu Mulu jajareng

risaodenramanurungnge, Sining anukku,

anummu maneng anri Mugiling paleppangiaq

rupa mabboja

Malam yang gelap dan dingi yang kau damba-dambakan

Dengan apa akan engkau habiskan

Bersama mimpi yang kau rekayasa

Atau doa-doa yang kau pinta dalam takut

Ditembok yang tinggi dan berlumut itu

Segala peristiwa ikut melapuk

Kita menguap seperti kabut

Kita hanya sebentar sejenak adalah usia kita

Reff:

Datang dan menguap begitu saja

Hanya aromanya yang tertanam di kepala

Seberapa banyak kau hirup malam ini kasih

Puisi:

Suara hujan merdu di garasi yang basah

Petikan sitar yang lincah dalam rentak tabu

Kau sungguh kontras malam ini

Mengalun disela rintik rindu yang sengit

Menarilah denganku

Pesanku pada malam-malam yang tenang dan sunyi

Mintalah lewat doa yang kau ucap dengan mesra

Ialah sang Maha

Pelukannya menyentuh semua

KERINDUAN

Dengan nyanyian dengan tarian

Dengan segala yang sederhana

Tersenyum pada duka yang dijaganya

Lelaki itu duduk sendiri

Mengira-ngira kata apa yang tak sempat ditanyakan

Angin pada hening yang memeluknya

Ditanyakan pada duka yang dijaganya

Pada luka yang menjadi baju dan nafasnya

Dengan nyanyian dengan tarian

Dengan segala rasa yang sederhana

Tersenyum pada duka yang dijaganya

Hanya tersisa kerinduan bersama kehampaan

Berjalan dengan kerinduan

Tertunduk pilu

Menanti dalam kerinduan

Terbungkus oleh kehampaan

Menyerah pada kerinduan

Kerinduan…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s