Payung Teduh Live at Yamaha Live And Loud (Limited Edition)

rsz_img_3463

Payung Teduh belum jua menelurkan album ke-tiga di tahun 2016 lalu. Saya yang menunggu dengan sabar (diatas sini melayang-layang) sempat salah persepsi saat Payung Teduh memberikan pengumuman di media sosial mereka tentang proyek album live bersama Yamaha. Awalnya saya pikir proses rekaman bersama Yamaha tersebut akan diisi oleh materi dari album terbaru mereka, namun nyatanya tidak.

Payung Teduh dan Yamaha berkolaborasi dalam proyek Live and Loud dengan mengaransemen ulang lagu-lagu Payung Teduh dari album terdahulu. Sederhananya album yang direkam secara live ini adalah musik khas Payung Teduh yang dipadukan dengan sentuhan orkestra.

Bulan November tahun lalu, Payung Teduh memberikan pengumuman perihal paket Pre-order CD live recording tersebut. Dengan membayar sebesar Rp. 200.000,- penikmat musik Payung Teduh akan mendapatkan CD, T-Shirt, totebag, dan kalender. Pre-order akan ditutup saat kuota mencapai 500 orang pada tanggal 15 November 2016.

rsz_img_3449

Awalnya, paket pre-order ini akan dikirimkan pada tanggal 29 Desember 2016, namun karena terjadi hambatan pada proses produksi, pengiriman album ini dilakukan pada tanggal 10 Januari 2017. Dua hari setelah hari pengiriman, paket ini sampai di tangan saya dengan selamat. Exciting? Tentu saja.

Saat membuka dan mempreteli paket tersebut, hal pertama yang muncul di pikiran saya adalah “Apakah Payung Teduh tidak lagi bernaung di bawah bendera Ivy League?”. Karena tidak seperti dua album terdahulu, album ini didistribusikan oleh label demajors.

Lagu-lagu yang direkam oleh Payung Teduh dan Yamaha adalah lagu-lagu syahdu yang tidak asing di telinga para pendengar setia mereka, yaitu:

  1. Menuju Senja
  2. Kucari Kamu
  3. Biarkan-Resah
  4. Berdua Saja-Rahasia
  5. Kita Adalah Sisa-sisa Keikhlasan Yang Tak Diikhlaskan
  6. Di Ujung Malam
  7. Tidurlah
  8. Cerita Tentang Gunung dan Laut
  9. Amy
  10. Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan
  11. Angin Pujaan Hujan

rsz_img_3500

“Mengawinkan” musik pop-jazz-keroncong yang teduh dengan orkestrasi adalah sebuah ide yang “tidak pernah salah”. Sebenarnya, tidak terasa perbedaan yang begitu mencolok antara versi asli dengan versi live ini, kecuali sentuhan orkestra yang menambah estetika lagu-lagu tersebut. Di beberapa lagu Payung Teduh tetap mempertahankan komposisi original dari lagu-lagu mereka (dengan sedikit improvisasi tentunya).

Seluruh lagu di album ini diaransemen oleh Sadrach Lukas (Yamaha Music Director). String & brasswind section yang elok (namun tidak berlebihan) berpadu dengan musik Payung Teduh yang melenakan. Dari semua lagu di album ini, kesan mendalam saya peroleh dari lagu ” Kita Adalah Sisa-Sisa Keikhlasan Yang Tak Diiklhlaskan”. Lagu ini menjadi begitu mewah dan klasik. Terdengar seperti lagu-lagu yang digubah oleh Eros Djarrot atau Guruh Soekarno Putra.

Di sela-sela rekaman, sebelum lagu Tidurlah, terselip puisi yang dibacakan oleh salah seorang anak sang vokalis. Puisi ini lalu menjadi bagian dari sampul album Live And Loud.

Pada lebat belantara kota sepi dan sendu kulagukan merdu

Pada semua gurau yang menguap menyisakan parau

Kusertakan rayuan yang masih malu-malu

Pada lirik-lirik yang ragu ini biarkan rindu tetap melaju

menyerbu telingamu penuh seru

Pada setiap waktu yang berlalu dalam jemu, biarkan semua tetap merdu

Album ini, seperti puisi di atas, begitu merdu. “Ia akan menyerbu telingamu penuh seru”.

PS: Senang sekali menjadi bagian dari 593 orang ini.

rsz_img_3501

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s