Concert/Gig · Indonesia

Gigs Perdana Mocca & Reuni Swingingfriends Padang (Part 2)

1471109837159

Senja menjelang dan kami mulai bergerak menuju venue Urbangigs. Masih sama seperti gigs Payung Teduh beberapa waktu silam, venue kali ini masih berada di seputaran GOR.H.Agus Salim. Bedanya, jika pada saat itu lokasi venue bertempat di parkir barat maka kali ini berpindah ke depan Kolam Renang Teratai. Jika pada saat Urbangigs pertama kali hadir di Padang para pengunjung bebas keluar masuk venue, maka kali ini jejeran laptop disediakan panitia untuk registrasi. Namun tetap tidak ada pemeriksaan apapun.

Saat saya melakukan registrasi, band akustik Rangik Mangganas sedang memainkan lagu yang tidak saya kenal. Dan dari kejauhan saya menonton mereka membawakan A Thousand Years milik Christina Perri. Sayang sekali kali ini saya tidak membawa kamera untuk merekam penampilan mereka di panggung.

Lepas salat maghrib saya kembali ke venue dan bergabung dengan Swingingfriends yang lain. Tidak mau menonton Mocca dengan mata minus yang bertambah (kali ini kacamata tidak membantu), saya mengambil posisi terdepan di sebelah kiri. Saya sempat takjub bahwa event Urbangigs kali ini sangat tepat waktu. Pukul 19.20 WIB orkes keroncong La Paloma telah tampil di panggung. Mereka membawakan lagu-lagu populer yang diaransemen ulang dengan nuansa keroncong. Diantaranya adalah lagu Simfoni Yang Indah, Sway, dan Cafrinho milik Kerontjong Toegoe. Sayangnya saat orkes dengan 10 orang personil ini tampil, para pengunjung masih sepi.

Selanjutnya, tanpa banyak basa basi MC memanggil band folk yang sering wara wiri dari gigs ke gigs lainnya di Kota Padang, Lalang. Mereka membawakan lagu berjudul Lalang, Asa, Ayun-Ayun, Obladi Oblada milik The Beatles, dan ditutup oleh Spread Your Wings and Fly. Tidak ada lagu Dusta, Hati, dan Sunyi malam itu. Padahal saya sudah siap-siap untuk bernyanyi “tapi apa….tapi apa….?“.

Tepat pukul 21.00 WIB para personil Mocca naik ke panggung dan menempati posisi masing-masing. Saya dan teman-teman yang lain juga berpindah posisi tepat di depan panggung. Namun karena stage yang kecil dan rendah, sang drummer tidak terlihat dari posisi tersebut.

Mocca membuka penampilan mereka dengan membawakan lagu You And Me Againts The World. Saya dan Adit yang sejak awal sudah berjanji untuk meneriakkan chant Oi! Oi! Oi! jika lagu ini dibawakan, mencoba berteriak namun ternyata terasa garing karena suara kami tertelan sound yang lebih keras, hahaha.

Set list malam itu berlanjut ke My Only One, Once Upon A Time, Secret Admirer, I Love You Anyway, On The Night Like This, Best Thing, Star In Your Eyes, dan Lucky Me. Sebelum menyanyikan lagu Do What You Wanna Do, Arina memandu penonton untuk mengiringi Mocca membawakan bagian refrain. Para penonton dengan bersemangat menyanyikan “do what you wanna do! say what you wanna say!“.

Lagu ini sangat terkenal di Korea. Beberapa waktu lalu duo bernama…apa ya? (Akdong Musician) mengcover lagu ini (secara live di sebuah acara radio)“, ungkap sang vokalis saat memperkenalkan lagu Happy. “Dan kalau pernah dengar di iklan, itu memang lagu kami. Dan entah kenapa saya bernyanyinya agak berbeda disana” jelasnya dengan sedikit malu.

Tiga hari sebelum gigs, cuaca sangat tidak menentu. Meskipun mendung sejak pagi, namun hujan tidak kunjung turun. Mendekati malam, angin kencang diiringi hujan deras akan mengguyur Padang. Hal ini menjadi kekhawatiran saya di grup chat. Tapi Adit berkali-kali berkata bahwa ia berharap hujan turun saat lagu I Remember. Dan ajaibnya, gerimis benar-benar turun sebelum lagu tersebut dibawakan.

Namun gerimis romantis tersebut tiba-tiba berubah menjadi hujan deras saat Mocca membawakan lagu Me And My Boyfriend. Penonton yang tidak terlindung kanopi sempat berhamburan. Saya sendiri segera memasang jaket yang memang selalu saya bawa saat menonton konser. Setelah hujan reda, penonton kembali ke posisi masing-masing untuk menikmati penampilan terakhir Mocca.

Untuk lagu penutup ini, Arina memperkenalkan teman duetnya yang tidak lain adalah Rangga sang vokalis Lalang. Mereka membawakan lagu Swing It Bob ditambah gimmick dua orang penonton yang berdansa-dansi di depan panggung. Meskipun berhasil menyanyikan lagu tersebut hingga akhir, teman duet malam itu tampak canggung saat berpegangan tangan dan menari bersama Arina. Hehehe.

Hal yang paling mengejutkan malam itu adalah gigs tersebut berakhir sebelum pukul 22.00 WIB. Wow, ini adalah gigs paling tepat waktu dan tercepat yang pernah saya datangi. Setelahnya, rombongan Swingingfriends Padang mengantri untuk berfoto bersama para personil Mocca. Kami berada di urutan terakhir karena panitia mengutamakan fans yang membeli merchandise. Sebelum masuk ke backstage, saya dan Litha tampak sedang bercakap-cakap di kegelapan. Padahal…sssttt…kami sedang touch up! (Hehehe, hanya sedikit terinsiprasi dari seorang teman saat konser WSATCC lalu).

Sebagai gigs perdana, tentu saja hadirnya Mocca di Padang sangat berkesan bagi saya dan teman-teman Swinginfriends lainnya. Saya yakin penggemar Mocca di Padang semakin bertambah setelah melihat dan mendengarkan langsung penampilan live mereka. Namun saat band ini kembali ke Padang, saya berharap mereka tampil di panggung yang lebih besar agar para personil leluasa bergerak. Saya juga bukan penonton yang senang menonton konser dalam posisi duduk karena tidak bebas berekspresi. Mungkin suatu hari nanti para penonton dapat menikmati konser Mocca dengan menyanyi dan menari bersama. Dengan setlist yang lebih banyak tentunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s