Concert/Gig · Indonesia · video · youtube

Nyala Suara Sang BARASUARA di Padang

Di akhir tahun 2011 lalu saya memperoleh kabar bahwa L`Arc~en~Ciel akan mengadakan world tour dalam rangka 20 tahun berkarya di dunia musik. Saat Indonesia akhirnya dicantumkan dalam situs resmi band tersebut, tidak bisa digambarkan bagaimana perasaan saya pada saat itu. Mungkin butterfly in my tummy adalah istilah yang paling tepat untuk menggambarkannya. Gembira, exciting, namun harap-harap cemas menghinggapi diri saya selama setidaknya lima bulan hingga akhirnya saya benar-benar bisa menonton konser itu pada tanggal 2 Mei 2012.

Mungkin berlebihan jika saya mengatakan bahwa perasaan yang sama kembali saya rasakan saat melihat postingan foto baliho konser BARASUARA di BBM Talitha dua minggu yang lalu. Saat itu mendekati tengah malam, saya ingin berteriak sekencang-kencangnya namun segera menenangkan diri karena tidak ingin ada yang tiba-tiba datang ke rumah untuk menanyakan apa yang terjadi. Saya mencoba menghubungi Talitha namun sinyal provider kami yang selalu menghalangi untuk dapat berkomunikasi dengan cepat membuat saya harus menunggu hingga esok pagi.

Banyak band indie yang sudah menjajaki kota ini, namun tidak pernah membuat saya cemas tidak bisa menyaksikan mereka. Empat hari menjelang hari-H, saya mengalami radang tenggorokan dan sempat demam. Tidur malam juga dihinggapi mimpi tentang kegagalan menonton Barasuara. Kecemasan semakin menjadi saat saya nyaris tidak memperoleh undangan. Alhasil, saya semakin sering meracau di twitter untuk mengatasi psikosomatis yang saya derita.

Jika ada yang paling memahami apa yang saya rasakan, orang itu pastilah Rani. Ia yang pertama kali memperkenalkan saya dengan nama Iga Massardi yang membuat saya mendengarkan The Trees and The Wild, Soulvibe, Tika & D’dissident, membaca blognya, dan mengikuti twitternya. Saat itu, kami menyebut namanya “Kak Iga”. Sebagai wanita, sebutan itu adalah ekspresi kekaguman akan karyanya, setengahnya lagi merupakan hasrat fangirling. Hahaha. Setelah bertahun-tahun, akhirnya saya dapat secara langsung bertemu Iga Massardi, dan itu membuat saya sedikit gemetar. Apalagi BARASUARA adalah band besutan “Kak Iga” yang langsung memperoleh perhatian yang luar biasa dari publik.

BARASUARA hadir di Padang pada tanggal 2 April 2016 dalam acara Soundsation White Party (GoAhead). Tidak seperti konser/gig sebelumnya yang diadakan di lapangan terbuka seperti GOR/Lanud, venue acara kali ini adalah sebuah resto di rooftop sebuah pusat perbelanjaan, BRIVERA.  Jika biasanya saya tinggal datang di hari-H, untuk dapat menyaksikan BARASUARA saya harus menelpon reservasi untuk memperoleh undangan. Walaupun venue kali ini kecil dengan penonton yang terbatas, namun menguntungkan bagi saya yang ingin “melegalisir” CD album mereka yang saya miliki.

Walaupun di undangan ditulis pukul 17.00 WIB, namun menurut Mas yang memberikan undangan pada saya, kemungkinan acara akan dimulai setelah maghrib. Dan yang saya percayai adalah, acara akan dimulai sekitar jam sembilan malam. Meskipun begitu, saya dan teman-teman tetap datang sejak sore.

Sebelum Kak Iga dkk tampil, ada dua band indie Padang yang menyuguhkan aksi mereka. Band pertama membawakan lagu-lagu hits seperti Juwita Malam dan The Second You Sleep (Saybia). Sayangnya saya ragu nama band ini karena nama yang disebutkan MC mirip dengan Kla Project. Band kedua, Nayanika, mendapat sambutan luar biasa dari penonton. Bukan hanya karena secara visual para personilnya sedap dipandang, namun juga karena musikalitas mereka yang mumpuni. Malam itu mereka membawakan lagu Kembang Seberang, Goodbye (Toe cover), Derau dan Kesalahan (The Trees and The Wild cover), dan lagu andalan mereka, Malika.

Oya, sesaat sebelum BARASUARA tampil, saya dan Talitha maju kepanggung dalam rangka bagi-bagi kaos bertanda-tangan para personil BARASUARA. Kami harus menjawab pertanyaan dan meneriakkan nama BARASUARA. Ya ampun, saya awalnya malu, namun nyatanya saya yang berteriak paling kencang. Dan setelah tersadar bahwa para personil BARASUARA telah berada di sisi kanan panggung, rasanya saya malu bukan kepalang.

Hingga akhirnya, Iga Massardi benar-benar berdiri di hadapan saya…You know what, i’m shuddered!

rsz_1rsz_dsc_0217

Lagu pertama yang dibawakan oleh BARASUARA malam itu adalah Mengunci Ingatan. Di lagu pertama ini suasana sudah langsung bergairah! Meskipun tanpa kehadiran Asteriska, band ini tetap dapat menampilkan performa terbaik mereka.

Setlist malam itu dilanjutkan dengan Hagia, Nyala Suara, Tarintih, Taifun, Sendu Melagu, Menunggang Badai, Api dan Lentera, dan ditutup dengan Bahas Bahasa.

Menonton mereka sedekat ini, dan sesekali berinteraksi meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Efeknya sama seperti saat saya pulang setelah menonton konser Laruku, gagal move on berkepanjangan!

rsz_dsc_0191
I.g.a
rsz_dsc_0198
CD yang berhasil dilegalisir.
rsz_dsc_0194
Saya : “Mbak Puti cover Rakujitsu-nya Tokyo Jihen dong”. Puti : “Wah itu udah pernah saya cover dulu”.
rsz_dsc_0195
In case Asteriska berhalangan hadir, saya minta tanda tangan Marco Steffiano dan tintanya luber…
SAMSUNG CSC
Maaf masnya yang lagi foto bareng, saya gak nahan sama Mas berkacamata ini.

PS : Semoga di lain kesempatan saya bisa menonton BARASUARA bersama Rani.

Advertisements

5 thoughts on “Nyala Suara Sang BARASUARA di Padang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s