J-Music · opini · review · Uncategorized

Tatsuro Yamashita

tats

Desember telah berlalu, Januari telah berjalan beberapa hari. Sesekali hujan masih menghampiri, namun sepertinya Padang telah kembali panas menyengat seperti sedia kala. Matahari bersinar terik, langit biru cerah, dan keringat bercucuran membasahi tubuh. Dan disaat seperti ini biasanya saya akan teringat 3 hal : pantai, semangka, dan Tatsuro Yamashita.

Banyak lagu yang dapat mewakili romantisme musim hujan, namun saat musim panas menjelang saya memilih mendengarkan lagu-lagu Tatsuro Yamashita. Meskipun terkenal dengan lagu Chrismast Eve, namun banyak lagu-lagunya yang bertema natsu (musim panas).

tatsuroy

Tatsuro Yamashita adalah penyanyi rekaman dan pencipta lagu asal Jepang yang telah berkarir semenjak tahun 1973. Hingga saat ini ia telah memiliki 17 album, 2 album live, dan 40 single. Selama karir musiknya, suami Mariya Takeuchi ini konsisten dengan aliran pop/rock yang dipadu dengan funk dan disco. Ia adalah salah satu penyanyi yang terkenal di era “City Pop”, musik kaum urban di tahun 80an. Pada masa itu, musik Jepang banyak dipengaruhi oleh musik barat.

Di Indonesia, penggemar musisi ini juga berasal dari generasi 70an – 80an. Jika ada anak muda yang menyukai Tatsuro Yamashita, biasanya karena orangtua mereka adalah penggemar musisi berusia 62 tahun ini. Salah satu lagu yang paling populer bagi kalangan ini adalah Mermaid (1985), lagu yang (sepertinya) terinpirasi dari kisah The Little Mermaid karangan Hans Christian Handersen. 

Selain itu, ada juga yang mengenal lagu-lagu Tatsuro Yamashita karena dorama “Good Luck” yang pernah tayang di stasiun TV swasta. Dorama yang dibintangi oleh Takuya Kimura ini memiliki opening theme berjudul Ride On Time, salah satu lagu Tatsuro Yamashita dari album ke lima (1980).

Saya sendiri jatuh hati pada musisi yang mengawali karir bersama band Sugar Babe ini sejak mendengarkan lagu Zutto Issho Sa di tahun 2008. Lagu ini merupakan soundtrack dorama Bara no Nai Hanaya (The Flower Shop Without Roses). Zutto Issho Sa memperoleh penghargaan sebagai lagu tema terbaik dalam gelaran 56th Television Drama Academy Award kala itu.

Mendengarkan Tatsuro Yamashita memang selalu berhasil mengantarkan para pendengarnya ke suasana masa lalu. Meskipun ia memproduksi sebuah lagu di tahun 2016 sekalipun, nuansa yang ditimbulkan pasti akan tetap sama. 

Bagi seorang musisi, konsisten dalam berkarya adalah sesuatu yang fundamental. Namun,  jarang musisi yang konsisten dengan warna musik yang sama sepanjang karir musik mereka. Setidaknya, mereka melakukan berbagai macam eksperimen dan mengikuti perkembangan zaman. Tatsuro Yamashita adalah satu dari sedikit musisi yang bertahan dengan corak musik yang sama selama 40 tahun. 

“Yamashita approaches his music with the conviction and repetition of skill similar to a craftsman or tradesman. The title of his 1991 album Artisan is testament to the fact that he himself also understands this. His creations are never groundbreaking in their approach; he stays within the boundaries of what is real and popular. His middle of the road comfort would – if attempted by anybody other than himself – likely be bland. But he somehow, for him, this comfort is the source of the beauty of his music. His foundations in funk, soul and disco, are fused with a relaxed yet strong voice, one whose melody creates color and movement that affects the listener in a powerful way”. –Redbull Music Academy

Lagu-lagu musisi kelahiran 4 Februari 1953 ini memang tak melulu digubah dalam genre funk atau disco. Banyak lagu andalannya yang bergenre ballad yang menyentuh. Beberapa diantaranya adalah Your Eyes, Forever Mine, Get Back In Love Again, Aishiterutte Ienakunatte, Zutto Issho Sa, dll. Saya sendiri menyukai dan mendengarkan semua jenis musik yang dihadirkan Tatsuro Yamashita. Beberapa lagu favorit saya adalah:

1. Odoroyo, Fish

2. Mermaid

3. Paper Doll

4. Ride On Time

5. The Theme From Big Wave

6. Windy Lady

7. Aishiterutte, Ienakunatte

8. Rainy Walk

9. Loveland, Island

10. Zutto Issho Sa

Advertisements

2 thoughts on “Tatsuro Yamashita

  1. hai kamu..

    bolehkah aku berteman dengan dirimu?

    beberapa kali aku menuliskan penyanyi dan judul lagu,
    tempat ini lagi yang menjadi rujukan google untuk aku menemukannya

    diantara orang-orang padang yang lain, kamu yang terlihat
    penyuka semua genre lagu dan membagikannya ke orang lain

    by the way, aku juga menonton konser white shoe and the couple company
    salah satu temanku juga bekerja pada perusahaan rokok yang kamu sebut itu,
    dia sedikit kecewa juga aku tak datang ketika ada efek rumah kaca di daima resto waktu itu

    dan kamu begitu menarik dari semua orang padang yang saya pernah tau
    aku juga penyuka segala jenis musik
    jika kamu mau dengar, bahkan lagu koplo ada beberapa yang aku suka
    apalagi yang dibawakan dalam balutan bossanova,

    barangkali, aku boleh berteman dengan kamu
    kita berbincang perihal musik semenarik apa yang kamu tulis di blog ini
    kebetulan saya tinggal dipadang, dan saya orang minang asli

    harapannya cuma ingin berteman,
    dan mencintai musik seperti kamu mencintainya..

    hubungi aku jika kamu setuju..
    salam

    han

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s