short theme

Menanti Hujan

Selamat Hari Blogger Nasional teman-teman blogger seluruh Indonesia.

Selamat Hari Listrik juga buat semuanya. Ngomong-ngomong soal listrik, akhir-akhir ini di Kota Padang pemadaman listrik semakin parah saja. Kemarin di daerah saya dapat giliran pemadaman 3 kali. Rasanya? Kesal, tapi pasrah. Kesal karena ini pertama kalinya merasakan pemadaman listrik hingga 3 kali dalam satu hari. Pasrah karena saya yakin ada penyebab di balik semua ini.

Selain pemadaman listrik, kabut asap makin pekat saja dari hari ke hari. Rasanya makin sulit bernafas. Tidak, saya tidak akan menyinyiri siapapun di tulisan ini. Masa-masa itu sudah lewat. Sekarang satu-satunya hal yang ingin saya lakukan adalah menyelamatkan kesehatan saya sendiri. Caranya adalah dengan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, banyak minum air putih, banyak mengkonsumsi buah dan sayuran, juga makan makanan bergizi.

Selain itu saya juga harus menyelamatkan kewarasan. Menjauhi media sosial yang dapat membakar emosi. Banyak mendengarkan musik dan membaca buku. Selain itu akhir-akhir ini saya sering menonton variety show populer Korea Selatan, Running Man.

Saat ini tidak ada harapan terbesar selain turunnya hujan. Hujan deras, bukan sekedar gerimis. Karena biasanya gerimis hanya akan membuat asap makin tebal keesokan harinya. Namun sepertinya memang harus bersabar hingga saat itu tiba. Tidak apa-apa, mari senantiasa berdoa pada pemilik semesta.

Bicara soal hujan yang tidak kunjung datang, saya teringat dengan lagu milik Monita Tahalea & The Nightingales berjudul 168. Setahu saya, lagu ini belum rilis dalam bentuk single atau diikut sertakan dalam album, karena Monita sendiri belum kunjung merilis album terbaru. Saya mendengarkan lagu ini setahun yang lalu saat ia tampil secara langsung di sebuah acara talkshow.

Sebuah nostalgia yang tak kan terlupa

Tentang gadis bingung dan pengembara

Berbagi cerita di penghujung senja

Menunggu datangnya hujan

Tiada kunjung datang hujan yang dinantikan

Namun hari-hari semakin berarti

Berkawan butir waktu berpayung langit mendung

Akhirnya yang tiba cinta

Ternyata bukan tentang menanti dan menunggu

Tetapi memang telah waktunya ‘tuk bertemu

Walau tak selalu berakhir bersama

Mungkin nanti, kan bertemu kembali

Cinta bukan tentang menanti dan menunggu

Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu

Oh walau tak selalu berakhir bersama

Mungkin nanti,

Sampai nanti

‘Kan bertemu kembali...

 Memang tidak ada hubungannya sama sekali dengan menanti hujan dalam rangka menghilangkan kabut asap. Namun tidak ada salahnya menikmati romantisme filosofi lagu ini bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s