Simfes 2015 Dan Daftar Musisi Impian

credit: Aulia Laratika Rizal
credit: Aulia Laratika Rizal

Hari Minggu lalu, saya kembali ke Sawahlunto untuk menyaksikan Sawahlunto International Music Festival (Simfes) 2015. Sudah jauh-jauh hari saya mempersiapkan diri untuk menghadiri festival ini, namun sayang saya hanya bisa datang di hari terakhir. Meskipun begitu, perjalanan kali ini terasa sangat menyenangkan karena saya berangkat bersama Aulia dan Talitha. Dan Alhamdulillah, kali ini saya tidak lagi terlunta-lunta karena berhasil menemukan penginapan yang sangat menyenangkan.

Di tahun yang ke-6 ini, Simfes kembali menghadirkan musisi-musisi dunia dan tanah air. Dan tentunya, seperti tahun-tahun yang lalu, Simfes masih konsisten dengan tema world music. Untuk line-up dan rundown acara dapat dibaca di Simfes 2015.

Lalu, apa menariknya menyaksikan Simfes? Sederhananya, ada tiga jawaban untuk pertanyaan ini. Pertama, festival besar seperti ini tidak sering diadakan di Sumatera Barat. Kebanyakan festival (atau konser) masih didominasi oleh genre mainstream. Kedua, bagi saya, world music adalah genre yang paradox. Di satu sisi tidak banyak yang menyukai genre ini, namun saat menyaksikannya secara langsung sangat mudah untuk terbuai oleh musik jenis ini. Ketiga, Sawahlunto adalah kota yang sangat sempurna untuk menyelenggarakan acara ini. Kota yang tidak hanya disebut “Kota Budaya”, namun baru-baru ini juga memperoleh sebutan sebagai “Kota Iven”. Kota kecil yang ramah dan adem ini sangat cocok untuk sebuah festival musik tradisi.

Namun sayang, tahun ini Simfes hanya menghadirkan 5 musisi mancanegara. Semacam penurunan jika mengingat bahwa tahun lalu mereka berhasil menghadirkan 9 penampil dari luar negeri. Tapi hal tersebut tidak mengubah esensi yang ingin dihadirkan oleh dua kurator dan penyelenggara Simfes. Dan yang pasti, Simfes kali ini tetap menghadirkan festival yang meriah dan berkesan.

Seandainya boleh membuat wish-list untuk lineup Simfes di tahun-tahun mendatang, saya ingin menyaksikan musisi berikut:

  1. Tesla Manaf

Tesla Manaf adalah musisi muda Indonesia (berdomisili di Bandung) yang karya-karyanya banyak memperoleh pujian dari media musik luar negeri.

2. Dewa Budjana

Saya sendiri lebih senang menikmati karya-karya sebagai Dewa Budjana dibandingkan perannya sebagai gitaris band terkenal.

3. Musisi Bengali

Saya pasti bersedia untuk datang ke Simfes meskipun sedang berada di Kutub Utara jika mereka membawa musisi Bengali.

4. Musisi Armenia

Bayangkan saja alat musik bernama “Duduk” ini mengalun ke seluruh penjuru Kota Sawahlunto.

5. Yoshida Brothers

Saya mengenal duo ini sejak 9 tahun yang lalu. Mereka adalah representasi dari anak muda Jepang yang mencintai alat musik tradisional negaranya, shamisen.

6. Kroncong Tenggara

Ubiet dan Keroncong Tenggara-nya telah menghasilkan satu album yang sangat menawan. Kabarnya mereka akan segera meluncurkan album berikutnya.

7. Anoushka Shankar

Mungkin terlalu bermimpi untuk menghadirkan musisi sekaliber Anoushka Shankar, namun saya berharap suatu saat Simfes kembali menghadirkan seorang sitarist.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s