Hyukoh Band

hyukoh

Apa jadinya jika sebuah band indie diundang  oleh tv nasional untuk tampil dalam variety show yang sangat terkenal? Tangan berkeringat, berbicara terbata-bata, hingga kehilangan kepercayaan diri? Hal inilah yang dialami oleh Hyukoh Band. Band indie yang mendadak terkenal karena tampil sebanyak 6 episode di acara Infinity Challenge, sebuah variety show terkenal di Korea Selatan.

Hyukoh bukanlah band yang telah lama malang melintang di dunia musik indie Korea Selatan. Usianya baru 1 tahun 4 bulan. Band yang beranggotakan 4 orang personil ini baru dibentuk pada bulan May 2014. Saat ini Hyukoh tergabung dalam label HIGHGRND, sebuah sub label dari label ternama YG Entertainment.

Tidak mudah mendefinisikan musik yang diusung oleh Oh Hyuk, Im Dong-Gun, Lim Hyun-jae, dan Lee Im-woo ini. Secara garis besar Hyukoh adalah indie rock yang mencampurkan elemen pop, post-rock, jazz, funk dan dance dalam musik mereka. Dalam sebuah episode Infinity Challenge, Oh Hyuk sang vokalis menyebutkan bahwa band ini memainkan musik beraliran orientalism.

Hyukoh telah menghasilkan dua EP yang berjudul 20 (rilis 18 September 2014) dan 22 (28 Mei 2015). 20 merupakan mini album yang berisikan 5 lagu berbahasa Inggris dan satu lagu berbahasa Korea. Satu-satunya lagu berbahasa Korea dalam EP ini berjudul Wi Ing Wi Ing yang merupakan lagu debut Hyukoh.

Namun sayang, salah satu lagu dalam EP ini tersandung masalah plagiarisme. Lagu berjudul Lonely dianggap menjiplak lagu 1517 milik The Whitest Boy Alive. Meskipun begitu, Hyukoh tampil sebagai band pembuka untuk konser Erlend Oye (leader The Whitest Boy Alive dan personil Kings Of Convenience) di Korea Selatan bulan Maret lalu. Uniknya, Lonely adalah lagu pertama yang dibawakan Hyukoh saat itu.

Beranjak ke 22, EP kedua yang dirilis Hyukoh bulan Mei 2015 lalu. Di dalam rilisan ini terdapat 6 lagu. Comes And Goes merupakan lagu andalan dari EP ini. Lagu dengan tempo dinamis dan groovy ini berhasil menduduki peringkat pertama chart musik Korea Selatan.

Saya menyukai hampir seluruh lagu di EP ini, namun favorit saya adalah salah satu diantara dua lagu berbahasa Inggris berjudul Mer (lagu lainnya berjudul Hooka). Lagu ini beraroma post-rock dan memiliki lirik yang puitis.

Mer
One for myself
One for the wish
I long for you

Selain Mer, saya memfavoritkan track terakhir di EP ini yang berjudul Gondry. Lagu yang didedikasikan untuk Michel Gondry ini sebenarnya adalah versi lain dari lagu yang terdapat di album Primary, Lucky You!. Primary sendiri adalah seorang produser musik yang telah berkolaborasi dengan banyak musisi. Lucky You! merupakan album kolaborasi Primary bersama Oh Hyuk yang rilis bulan Maret 2015. Di dalam mini album ini terdapat 4 lagu, salah satunya Gondry (feat. Lim Kim).

Bagi penikmat musik di Korea Selatan, kehadiran Hyukoh mungkin merupakan angin segar ditengah hingar bingar K-pop yang memiliki variasi musik terbatas. Pada kenyataannya, munculnya Hyukoh di program Infinity Challenge telah merubah pandangan sebagian orang tentang musik Korea selama ini. Yang pasti, Hyukoh hanya salah satu diantara banyak musisi indie berkualitas di Korea Selatan.

Advertisements

2 Comments

  1. halo kak, pertama nyarsar di blog ini pas nyari lirik lagu tigapagi, trus sempat baca tentang barasuara, eh ternyata suka hyukoh juga toh. lagu fav nya juga sama, Mer sama gondry..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s