album · review

Currency Of Man: Album Ke-Empat Melody Gardot

melo

Currency Of Man adalah album ke-empat milik musisi jazz Melody Gardot.  Rilis pada tanggal 1 Juni 2015 lalu, album ini sempat menduduki peringkat pertama jumlah penjualan album jazz di situs Amazon.com. Terdapat 15 track di album yang berada di bawah label Verve ini.

Album ini adalah salah satu album yang paling saya tunggu kehadirannya tahun ini. Saya menunggu-nunggu kejutan apa lagi yang diberikan “accidental musician” ini. Setelah dua album sebelumnya, My One and Only Thrill dan The Absence yang memiliki cita rasa latin yang kental.

Di bulan Mei lalu, sebuah video musik berjudul Preacherman diunggah ke akun Youtube resmi Melody Gardot. Sebuah lagu dengan tema anti-rasisme, dibalut dengan musik jazz dan blues yang memikat.

I have seen the darkness
Lord knows I’ve seen the light
don’t recall the Lord
sayin’ there’s a difference
if you’re black or white

‘Cause I believe in a world
where we all belong
and I’m so tired of seein’
every good man gone

Lagu lain yang dilempar ke publik sebelum Currency of Man diluncurkan adalah Same To You, lagu dengan aransemen jazz dan blues yang unik dikolaborasi dengan brass section dan chorus. Oh, look at this brand new image. She’s rock!

Setelah mendengarkan seluruh track dialbum ini, nyatanya tidak semua lagu terdengar “melenceng” dan jauh berbeda dari album sebelumnya. Hanya saja Melody Gardot mengambil tema berbeda untuk beberapa lagu. Beberapa lagu bercerita tentang situasi sosial dan politik . Dan selebihnya masih bercerita tentang kemanusiaan, cinta dan kehilangan.

Berbeda dari prediksi saya sebelumnya, Currency of Man masih dihiasi lagu-lagu soft ballad yang dramatis. Diantaranya adalah lagu If Ever I Recall Your Face dan Once  I Was Loved. Mendengarkan lagu ini akan membuat pendengar merasa sentimental karena aransemen musik dan low pitch voice Melody Gardot yang khas.

Beberapa lagu favorit saya di album ini adalah:

1. Preacherman

2. She Don’t Know

3. If Ever I Recall Your Face

4. After The Rain (piano solo)

5. Once I Was Loved

Pada akhirnya, saya menyimpulkan bahwa album ini terdengar lebih jazzy, lebih blues, dan lebih classic. Really worth it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s