Konser Penanda Kembalinya Efek Rumah Kaca: Chillin’ In The Gartden, Daima Resto & Cultural Garden, Padang

SAMSUNG CSC

Bagi penikmat musik indie Indonesia, mungkin tidak asing dengan band asal Jakarta bernama Efek Rumah Kaca. Band yang terdiri dari Cholil Mahmud, Adrian Yunan Faisal, dan Akbar Bagus Sudibyo ini telah berdiri sejak tahun 2001 silam. Meskipun hanya memiliki dua album hingga saat ini, namun kehadirannya selalu dinantikan para penggemar.

Sempat vakum selama satu setengah tahun karena sang vokalis yang melanjutkan studi di Amerika, band ini kembali hadir dalam format Efek Ruma Kaca. Sebelumnya, para personil ERK dan beberapa rekan mereka yang lain membentuk sebuah proyek band bernama Pandai Besi. Band ini telah menghasilkan sebuah album bertajuk Daur Baur, yang merupakan recycle dari lagu-lagu Efek Rumah Kaca sendiri.

Saya sendiri pernah menyaksikan live performance Efek Rumah Kaca dan Pandai Besi dua tahun silam. Kala itu saya sedang berada di Bandung dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyaksikan aksi panggung mereka secara langsung. Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa pada akhirnya band ini akan hadir di kota kelahiran saya, Padang. Apalagi penampilan kali ini terasa istimewa karena merupakan penampilan pertama kali setelah vakum satu setengah tahun.

Sabtu, 13 Juni 2015, Efek Rumah Kaca diboyong ke Padang oleh promotor GO AHEAD (Co Creation). Acara bertajuk Chillin’ In The Gartden ini diadakan di Daima Resto & Cultural Garden. Selain penampilan Efek Rumah Kaca dan band-band indie lokal kota Padang, diselenggarakan juga workshop fotografi bersama Anton Ismael, live painting kolaborasi 200 orang visual artis serta cellograf.

Saya sampai di venue sekitar pukul 18.00 WIB. Hal pertama yang saya lihat adalah jejeran cellograf di sekitar taman Daima Resto. Sore itu beberapa para visual artis masih sibuk berkreasi menciptakan karya unik dan menarik. Saat itu saya bertemu seorang teman, Agung, yang juga salah seorang LO acara tersebut. Darinya saya mendapatkan informasi bahwa ERK akan tampil sekitar pukul 21.00 WIB.

Setelah salat maghrib dan mengisi perut,saya kembali ke venue dan menunggu beberapa orang teman. Band pertama yang tampil adalah Good Bye John dengan musik rock & roll-nya. Dilanjutkan oleh band indie lokal bernama Goodnight Kiss From Luna yang membawakan lagu-lagu populer, salah satunya adalah lagu Pay Phone milik Maroon Five. Penampil selanjutnya, sebuah band beraliran pop-folk-keroncong yang lumayan sering saya saksikan penampilannya, Lalang. Saya sangat menikmati penampilan mereka terutama saat mereka membawakan lagu Pergi Tanpa Pesan dan Nurlela.

SAMSUNG CSC

Efek Rumah Kaca tampil sekitar pukul 22.30 WIB. Tubuhmu Membiru Tragis adalah lagu pertama yang dilantunkan band ini. Dilanjutkan dengan lagu Kau Dan Aku Menuju Ruang Hampa, Mosi Tidak Percaya, Sebelah Mata, Ballerina, dan Hujan Jangan Marah. Namun di lagu terakhir ini titik-titik hujan mulai jatuh membasahi para penonton. Saat ERK membawakan lagu Kenakalan Remaja Di Era Informatika, hujan deras berhasil memaksa penonton berhamburan.

Sempat terhenti, konser dilanjutkan di venue yang berbeda. Kali ini para personil ERK beserta penonton pindah ke pendopo Daima Resto. Dengan format akustik, konser ERK terasa lebih intim. Beberapa lagu yang dibawakan setelah “hujan” adalah Di Udara, Sebelah Mata, Laki-laki Pemalu, Cinta Melulu, Belanja Terus Sampai Mati dan diakhiri dengan lagu Desember.

Rasanya tidak puas menyaksikan penampilan ERK malam itu. Ingin rasanya mendengarkan lima atau enam lagu lagi. Namun izin venue yang terbatas, ditambah hujan yang sempat menunda acara beberapa lama, penampilan ERK harus berakhir tanpa encore. Setidaknya lagu Desember yang diiringi koor penonton akan sangat membekas di ingatan orang-orang yang menyaksikan penampilan Efek Rumah Kaca malam itu. Dan semoga ini bukan pertama dan terahir kalinya trio-pop-minimalis ini menyambangi Kota Padang. Sampai jumpa lagi ERK!

PS: Saya masih menggemari aksi panggung additional bassist ERK, Poppie Airil 🙂

Advertisements

3 Comments

  1. Kak, aku suka tulisan kakak, rapi dan menyenangkan. aku juga dateng ke acara ini walopun pulang setelah hujan mendadak 😀
    Ga keberatan kalo aku ngikutin tulisanmu kan? Salam kenal kak ^^

    1. Terima kasih atas apresiasinya Amalia, salam kenal juga 🙂
      Oh, kemaren datang juga ya? Sayang banget abis hujan itu ERK lanjut konsernya, lebih dekat dan lebih hangat, hehehe.

  2. Aaan…..nggak sengaja ketemu saat iseng googling ‘ERK ke Padang,’ barusan, dan nemu blog ini. Satu-satunya penyesalan saya adalah ‘telat tahu’, sehari sesudah mereka konser, baru tahu kalo mereka di Padang, dan nangis sejadi-jadinya karena nggak nonton. Nonton Gigs mereka selalu menjadi candu, selalu ada teriakan ‘Lagi-lagi’ diakhir aksi mereka. Tulisannya kereeen.
    Kasih tahu dong, klo ada Indieband yang konser di Padang, biar saya tidak ketinggalan lagi….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s