opini

Record Store Day : Mengapa (Masih) Membeli Rilisan Fisik?

credit: http://www.wonderingsound.com/record-store-day-2015-will-held-april-18/
credit: http://www.wonderingsound.com/record-store-day-2015-will-held-april-18/

Record Store Day adalah acara tahunan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2007 setiap hari Sabtu minggu ke-3 bulan April. Tahun ini, Record Store Day jatuh pada tanggal 18 April 2015. Di Indonesia, acara ini diselenggarakan di beberapa kota, diantaranya Jakarta, Bandung, Lampung, Malang, Semarang, Yogyakarta, Palu, dan Samarinda. Di kota saya sendiri (Padang), kabarnya acara ini juga diadakan di salah satu kafe, namun dengungnya tidak terlalu terdengar.

Record Store Day mungkin adalah acara yang paling dinantikan oleh para musisi dan penikmat musik. Para musisi merilis dan menjual album dalam rilisan fisik (piringan hitam, kaset, dan CD). Bahkan salah satu band asal Bandung, Mr. Sonjaya merekam langsung lagu yang mereka bawakan saat digelarnya RSD 2015 dan menjual dalam jumlah terbatas. Para penikmat musik berburu rilisan fisik karya musisi favorit mereka. Dan yang pasti, acara musik yang disuguhi pada hari itu disemarakkan oleh band-band lokal yang kehadirannya selalu dinantikan.

Berbicara tentang Record Store Day tentunya tidak jauh-jauh dari : kembali menghargai karya musisi di era digital yang abu-abu. Tidak bisa dipungkiri perkembangan zaman telah mengubah banyak hal. Jika dulu penikmat musik rela mengeluarkan uang untuk membeli rilisan fisik seperti kaset dan CD, maka di masa sekarang hasil karya musisi favorit sangat mudah didapatkan dengan cara cuma-cuma melalui internet. Apapun upaya yang dilakukan, tetap saja ada celah untuk “membajak” hasil karya para musisi tersebut.

Namun agaknya bukan hanya itu alasan dibalik mengapa penikmat musik tidak lagi membeli rilisan fisik. Salah satunya adalah ketiadaan music store di daerah tempat tinggal mereka. Yah, tidak jauh-jauh, di kota saya sendiri, music store tidak lagi ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Orang-orang yang dulunya selalu datang ke music store merasa kehilangan karena tidak ada lagi tempat membeli rilisan fisik untuk menambah koleksi mereka. Akses untuk membeli kaset dan CD tentunya digantikan dengan belanja di situs-situs online yang bagi sebagian orang sangat merepotkan.

Dengan kehadiran Record Store Day dan kampanye-kampanye sejenis yang giat dilakukan, sepertinya orang-orang kembali berlomba-lomba untuk mengkoleksi rilisan fisik. Apalagi akhir-akhir ini banyak musisi yang merilis album dalam bentuk vinyl yang notabene memiliki prestise “lebih” dibanding kaset atau CD. Tidak peduli harganya yang relatif lebih mahal, vinyl tetap menjadi idola bagi para pengkoleksi rilisan fisik.

Saya sendiri sampai saat ini masih mengusahakan untuk membeli album berupa kaset atau CD. Ketiadaan music store bukan penghalang yang berarti, walaupun untuk membeli album secara on line butuh kesabaran lebih, juga dana tambahan yang harus dibayar. Cara lain untuk memperoleh kaset atau CD adalah dengan mengunjungi music store saat saya bepergian ke luar kota. Hal ini sudah menjadi semacam kewajiban bagi saya.

Jika ditanya “mengapa masih membeli rilisan fisik?” berikut beberapa alasannya:

1. Saya sudah terbiasa mengkoleksi kaset sejak kecil. Saat ini memang tidak banyak musisi yang merilis album dalam bentuk pita kaset, namun CD juga tidak terlalu mengecewakan (walaupun terkesan rapuh).

2. Banyak hal yang kamu peroleh dari sebuah kaset dan CD. Tidak hanya lagu-lagu dengan kualitas rekaman yang bagus, namun juga art work yang dapat memanjakan mata secara visual. Selain itu kita bisa mengetahui siapa saja orang-orang yang terlibat dalam proses pengerjaan album tersebut.

3. Saya tidak peduli dengan album-album musisi luar negeri selama saya masih bisa menikmati lagu-lagu mereka melalui Youtube/Soundcloud/8track, namun untuk musisi lokal saya mencoba menghargai karya mereka dengan membeli kaset/CD original.

4. Harga CD yang ditawarkan masih sangat terjangkau, terutama album yang dirilis oleh musisi indie. Hanya saja, saat membeli melalui situs online saya menyarankan untuk membeli dua atau tiga album sekaligus karena akan terasa sangat mahal jika membeli satu album saja. Apalagi ongkos kirim makin lama makin mahal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s