Home: Kembali Ke Rumah dan Mencicipi Mocca Rasa Baru

Setelah delapan tahun sejak album terakhir (Colours) diluncurkan, akhirnya tanggal 9 Januari 2015 lalu Mocca, band beraliran swing asal Bandung memperkenalkan album keempat mereka, HOME. Launching album ini sendiri dilaksanakan saat Mocca menggelar konser tunggal bertajuk Mocca Home Concert. Pada saat konser tersebut, Mocca menyanyikan semua lagu yang ada di album baru mereka ini.

Terdapat dua belas lagu di album produksi Lucky Me Music ini. Semua lagu diciptakan oleh para personil Mocca. Mendengarkan album ini tidak hanya melepas kerinduan akan musik khas Mocca, tapi juga mendengarkan sisi lain musikalitas para personilnya. Banyak eksperimen di album ini, dan beberapa lagu terasa asing di telinga para penggemar Mocca. Namun yang pasti, album HOME membuktikan bahwa Mocca semakin dewasa dalam bermusik.

SAMSUNG CSC

Lagu pertama berjudul Good Morning Song. Bagi penggemar Mocca pasti tidak asing lagi dengan lagu ini, karena lagu ini telah rilis sejak tanggal 15 Juli 2011. Lagu beraliran pop ini terdengar jauh dari musik Mocca biasanya. Lagu pop yang sederhana, tidak ada unsur swing, jazz, atau retro. Tapi kesan segar yang dihadirkannya membuat lagu ini sangat cocok didengarkan di pagi hari sambil menyesap kopi. FYI, Mocca berkolaborasi dengan Baby Big Driver seorang penyanyi folk asal Korea Selatan merilis ulang lagu ini pada tanggal 29 Mei 2014. “Good morning love…have a nice day…”.

Lagu kedua adalah hadiah ulangtahun dari Mocca untuk kota kelahirannya, Bandung. Lagu berjudul Bandung (Flower City) ini diciptakan oleh Riko Prayitno, sang gitaris. Sebagai lagu yang diciptakan khusus untuk sebuah kota bahkan digunakan untuk kampanye “Friendly Bandung”, lagu ini tidak terdengar seperti mars atau jingle, dan terasa sangat Mocca. Liriknya tentu saja bercerita tentang Bandung dengan segala daya tariknya. “There’s a little city. Covered with hills and pleasant weather. Come on baby I’ll show you around. In my little town. Every corner tells you different stories. There’s so many treasures to be found. Welcome to flower city. My lovely city”.

Building Memories adalah judul lagu ketiga. Ini adalah lagu favorit saya karena ketukannya yang tidak biasa. Lagu ini terdengar sangat sentimentil karena diciptakan oleh Riko untuk anaknya. “I’m building a memory with you. I will be a guiding light for you. Mark my words. I’ll keep my promises to you”.

Lagu selanjutnya berjudul Last Piece yang diciptakan oleh Riko dan Arina. Sentuhan flute, trumpet, trombone dan lirik “lalalalala” khas Mocca mengingatkan kita dengan lagu-lagu di album terdahulu. Seperti judulnya, lagu ini bercerita tentang menemukan seseorang yang menjadi pelengkap hidup. “There was a hole in my heart. It’s been there since the start. it was so empty and hollow. ’til you came along. La la la la..You are the missing piece. La la la la..You are the missing piece”. Manis sekali ya?

Somewhere In My Dreamland adalah track keempat dan menjadi lagu paling sedih di album ini. Bagaimana tidak, liriknya bercerita tentang perpisahan yang sangat menyedihkan. Aransemennya hanya terdiri dari gesekan violin dan dentingan  gitar. Bahkan saat Mocca Home Concert yang lalu Arina bernyanyi hanya diiringi dua orang pemain biola. Pertama kali mendengarkannya saya terbawa perasaan hingga ingin menangis, hehehe. “Somewhere in my dreamland was rainy morning there. Your eyes kept on telling me you were scared to go outside. You held my hand and whispered: “I just never ever want to wake up”. Somewhere in my dreamland…”. 

Lagu keenam berjudul Stars In Your Eyes yang diciptakan oleh Indra dan Arina. Di lagu ini, Mocca memberikan sentuhan synthesizer dan sound elektronik. Sebuah eksperimen yang berhasil membuat lagu ini berbeda namun tetap indah. Walaupun liriknya terkesan cheesy. “I see stars in you’re eyes. Oh, you just make me feel so happy. Always know that you are. The only one in my heart”.

Imaginary Girlfriend (2014) adalah track ketujuh, menceritakan tentang seorang laki-laki yang selalu bercerita tentang kekasihnya, namun teman-temannya tidak pernah melihat dan bertemu sang kekasih. Lagu yang menurut saya sangat kocak namun mengenaskan disaat bersamaan, hehehe. “All those pictures that you take. And those flowers that you get. Just for her. But I’ve never seen her. Imaginary girlfriend (ooo..aaa…ooo). Imaginary girlfriend (ooo..aaa…ooo)”.

You’re The Man, track kedelapan yang diciptakan Riko menjadi lagu paling up-beat di album HOME. Lagu ini sangat bersemangat dan mendengarkannya membuat kita ingin bergoyang. Bercerita tentang seorang gadis sederhana yang sangat mencintai kekasihnya. “I’m a simple girl who likes to cook and read good books. I’m a simple girl who loves my cat and wears a hat. I’m a simple girl who loves you more than who you are. I’m a simple girl who loves the man before my eyes. You’re the man (You’re the man). I wanna be around. You’re the man (You’re the man). That will always be mine”.

Track selanjutnya adalah Bundle of Joy (2014) yang telah terlebih dahulu rilis bersamaan dengan single Good Morning Song. Lagu ini cocok didengarkan sambil membayangkan kenangan manis bersama orang-orang tercinta dan mengingat betapa berartinya mereka dalam kehidupan. “When you’re not around. I just think of you. I feel you close to my heart. It’s like we’re never apart. Then ear to ear my lips starts to stretch. I feel happy again, giggling again. Thank you for all your the bundle of joy for me”.

Lagu kesepuluh, favorit saya, berjudul Changing Fate. Lagu ini mungkin akan terdengar sangat asing karena beraliran rock. Berduet dengan vokalis The Triangle, Cil Satriawani, lagu yang diciptakan oleh Toma, Arina, dan Riko ini terdengar berat dan kelam.  Liriknya bercerita tentang dua orang yang saling menunggu “sign” tentang kelanjutan hubungan mereka, apakah cinta mereka dibiarkan menghilang atau mereka mempunyai keberanian untuk mengubah takdir (setidaknya begitulah yang saya tangkap). “In the coldest chill of night. I’m standing still. Waiting for your sign. What do we have now?  Take a look at us..Though it takes courage.. do we have enough? Do we let love depreciate or do we dare to change our fate?”

Seperti judul album keempat ini, track kesebelas berjudul HOME. Diiringi oleh orkestra dan dentingan piano yang indah lagu ini menjadi suguhan yang berkesan. Liriknya sederhana, bercerita tentang rumah. Yah, menurut lagu ini rumah sesungguhnya bukanlah bangunan tetapi pelukan hangat dari orang tercinta. “Warm hug is a home. I’ve found that I belong here. Warm hug is a home. I knew that I belong here”.

Sebagai penutup. Mocca menghadirkan kembali sebuah outro di album pertama mereka, My Diary, yang berjudul Good Night Song.  “Lying here, singing my lullaby. Letting time pass me by. Counting stars in the sky. And don’t let the bedbugs bite. Just turn off the light. Make me feel all right. Bidding farewell and goodnight”.

SAM_5210

Album seharga Rp. 75.000,- ini dapat dipesan melalui mymocca.com/shop. Selain lagu-lagunya yang sangat layak untuk disimak, album ini menawarkan sebuah artwork yang lucu, design cover berupa cutpaper yang bisa dibentuk menjadi rumah-rumahan 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s