Mocca Home Concert

Hey ho! Saya baru saja kembali dari Bandung. Menyenangkan bisa kembali kesana dan menikmati suasana kota yang sejuk dan ramah. Sebenarnya, salah satu misi saya kesana kali ini adalah untuk menonton gigs-gigs band indie. Namun ternyata saya datang di waktu yang kurang tepat karena sedang libur kuliah. Universitas-universitas sepi dan tidak ada satupun acara. Mengecewakan memang, namun setidaknya ada satu konser istimewa yang bisa saksikan, yaitu Mocca Home Concert.

Konser yang diadakan tanggal 9 Januari 2015 adalah konser tunggal Mocca dalam rangka launching album terbaru mereka, HOME. Sebelumnya album ini telah diperkenalkan secara tak terduga di konser Secret Show Mocca #5 tanggal 19 Desember 2014. Akhirnya setelah 8 tahun Mocca kembali menelurkan album yang pastinya sangat dinantikan oleh Swingingfriends.

Mocca Home Concert sendiri diadakan di Dago Tea House, kawasan Bukit Dago, Bandung. Bagi saya, ini merupakan kali kedua menyaksikan konser Mocca secara langsung (konser sebelumnya saya ceritakan di Mocca Focalpoint). Jika konser sebelumnya saya menonton sendirian, kali ini ditemani oleh Kaze dan Adit (yang datang langsung dari Padang). Beruntung sekali saya bisa ke Dago Tea House bersama Kaze yang membawa motor, tidak terpikirkan apa rasanya mendaki Bukit Dago yang jauh itu sendirian. Sebelumnya saya juga pernah menonton konser MONO of Japan di sana.

Saya dan Kaze sampai di venue sekitar pukul 17.45 WIB. Setelah membeli tiket, kami menunggu open gate yang menurut jadwal dilaksanakan pukul 18.00 WIB. Namun sepertinya panitia menunggu adzan dan shalat magrib , sehingga antrian masuk yang mengular panjang harus sabar berdiri hingga akhirnya panitia melakukan pengecekan tiket. Setelah masuk ke teater tertutup tersebut, terlihatlah satu set ruangan yang terlihat seperti rumah lengkap dengan dapur, kulkas, dan sofa.Ya, sesuai dengan tema album keempat ini, panggung konser ditata seperti sebuah “rumah”.

Setelah semua penonton masuk dan menunggu hingga pukul 20.22 WIB, Mocca Home Concert pun dimulai.

Konser ini dibuka dengan pemutaran video dokumenter mengenai penggarapan album HOME. Para personil dan orang-orang yang terlibat memberikan testimoni mereka mengenai album ini. Lalu para personil Mocca yang mengenakan outfit santai masuk ke panggung. Lagu pertama yang dibawakan malam itu adalah Good Morning Song. Lagu kedua diambil dari album pertama, My Diary, yaitu Telephone. Lagu-lagu selanjutnya adalah lagu-lagu dari album terbaru mereka yaitu Building Memories, Stars in Your Eyes, You’re The Man, Last Piece, Imaginary Girlfriend, dan lagu tentang perpisahan yang menyayat jiwa, Somewhere in My Dreamland.

SAMSUNG CSC

Ditengah show, saat para personil menyapa penonton tiba-tiba terdengar bunyi bel. Dan ternyata…seekor anjing golden retriever menjadi tamu spesial malam itu. Anjing yang bernama Vino inipun menemani Arina menyanyikan lagu Buddy Zeus.

Arina ditemani Vino menyanyikan Buddy Zeus
Arina dan Vino menyanyikan Buddy Zeus

Tamu selanjutnya adalah sang gitaris Indra Kusumah seorang guru musik yang juga terlibat langsung di Kelas Mocca. Ia dan Arina membawakan lagu Hanya Satu yang terasa sangat syahdu malam itu. Selanjutnya, rumah Mocca kedatangan dua tamu lain yaitu Leon (Koil) dan Risa Saraswati (Sarasvati). Kali ini bukan untuk berkolaborasi, tapi untuk promosi cookies JNC dan promosi buku RISARA, hahaha.

Setelah bincang-bincang dengan para tamu diatas berakhir, para personil laki-laki yang telah berganti outfit kembali masuk ke rumah/ panggung. Kali ini dengan setelah jas yang membuat mereka terlihat rapi dan tampan. Lalu bersama Cil Satriawan, Mocca membawakan lagu andalan dari album Home, Changing Fate. Bagi saya, aransemen lagu ini sangat asing, tidak terasa seperti lagu Mocca. Walaupun begitu saya sangat menyukai lagu ini.

Bel rumah Mocca kembali berbunyi. Tamu yang datang kali ini adalah seorang anak laki-laki yang membawa sebuah bungkusan. Ia adalah Aldin, anak sang drummer, Indra. Kehadirannya di atas panggung kali ini untuk menyanyikan lagu Bundle of Joy. Lagu yang sangat cocok dinyanyikan oleh anak-anak. Dengan suaranya yang imut khas anak kecil, Aldin berhasil membuat melting penonton malam itu. Namun bagian paling “heart warming” malam itu adalah saat Indra mencium kening anaknya tersebut sebelum Aldin keluar panggung.

Selanjutnya, kuartet ini membawakan lagu yang khusus diciptakan dalam rangka ulangtahun kota kelahiran mereka. Diawali dengan pemutaran video testimoni dari sang walikota, lagu Bandung (Flower City) bergema di teater tertutup Dago Tea House. Penampilan berikutnya adalah Kelas Mocca yang secara istimewa membawakan lagu Do What You Gonna Do. Barisan pemain pianika, biola, suling, ukulele, gitar, drum, bass, dan dua orang penyanyi wanita menambah meriah suasana malam itu.

Lagu terakhir dari album terbaru yang dibawakan malam itu adalah Home. Sebelum lagu ini dimulai, sang vokalis memberikan prolog “Yang disebut rumah itu bukan gedungnya, tapi perasaan damai ketika kita bersama orang yang kita cintai. Rumah yang sebenarnya itu adalah pelukan yang hangat”. Lalu gesekan biola dan piano membuka lagu indah itu.

SAMSUNG CSC

Sesi selanjutnya adalah sesi free request. Beberapa lagu dari album Mocca terdahulu dinyanyikan malam itu. Diantaranya adalah Lucky Me , You and Me Againts The World, Life Keeps Turning, My Only One, The Best Thing, Let Me Go, I Remember, I Love You Anyway, dan This Conversation. Di tengah ajang request ini, Indra meminta Mocca membawakan lagu kenangan mereka saat masih bermarkas di Jalan Lombok. Lagu itu adalah lagu legendaris milik Rick Price, Heaven Knows. Walaupun awalnya malu-malu dan ragu, namun akhirnya Arina dan Toma diiringi personil lain dan dibantu choir penonton berhasil membawakan sepenggal lagu ini. Lagu selanjutnya adalah Mars Persib yang menghentak dan menambah semangat seisi gedung malam itu.

Hingga akhirnya konser tersebut harus berakhir. Dan lagu penutup malam itu adalah Swing It Bob!. Para penonton berdiri dan bergoyang mengiringi lagu tersebut. Sayang sekali, tidak ada encore malam itu. Swing It Bob benar-benar lagu penutup konser yang berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Akhir kata, saya dan mungkin banyak penonton lain merasa sangat terpuaskan dengan konser yang terasa sangat homey ini. Walaupun tidak ada Secret Admirer di dalam setlist, hehehe.

Trivia:

1. Untuk pertama kalinya Arina menggunakan synthesizer untuk beberapa lagu di album Home, dan ia mengaku kagok karena tidak pernah bernyanyi menggunakan alat ini sebelumnya.

2. Di lagu Lucky Me, penonton terdepan berteriak Oi Oi Oi! ala fans JKT48.

3. Saat konser para personil dengan bebas berlalu lalang, mengambil air minum di kulkas, atau duduk-duduk di sofa.

4. Saat Leon dan Arina memasak kukis, Indra Kusumah memainkan beberapa lagu Mocca dengan gitarnya.

5. Kaze sama sekali belum pernah mendengarkan lagu Mocca, sehingga saya berulang kali menjelaskan tentang para personil dan lagu-lagu mereka.

6. Saya mencoba mencatat semua setlist di smartphone, namun sebuah human error menyebabkan semua catatan-catatan itu terhapus. Dan saya sedikit ragu tentang urutan lagu-lagu diatas.

7. Banyak ibu-ibu dan anak-anak menonton konser ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s