gigs · live

AkashA Malaysia @Sawahlunto International Music Festival 2014

Sebulan yang lalu, saya menyempatkan diri untuk datang ke acara Sawahlunto International Music Festival (Simfes). Tahun ini adalah kali ke-5 acara ini digelar. Dan bagi saya, ini adalah pertama kalinya bisa menyaksikan acara tersebut. Walaupun hanya di hari ke-dua saja, acara malam itu sangat membekas di ingatan saya.

Ada 4 kelompok musisi yang tampil malam itu. Penampil pertama adalah kelompok musik lokal Sawahlunto, yaitu Kuali. Meskipun gerimis, namun grup ini dapat menampilkan musik etnis khas Minangkabau secara apik. Menurut saya, malam itu Kuali menjadi pembuka acara yang menghipnotis perhatian para pengunjung. Selanjutnya, para musisi asal Bali naik ke atas panggung. Mereka adalah Bali Chingudeul. Grup ini dipimpin oleh seorang pria berkebangsaan Korea Selatan.

Penampil ketiga adalah band yang berasal dari Malaysia, AkashA. Siang harinya saya sempat melihat  mereka rehearsal. Jadi saya tidak terlalu penasaran dengan penampilan mereka malam itu. Tapi apa yang saya saksikan malam itu, jauh melebihi ekspektasi saya. Bagi saya, AkashA adalah penampil terbaik sekaligus grup musik yang paling mendapatkan sambutan paling meriah. Bagaimana tidak, band ini telah menampilkan sebuah pertunjukan yang luar biasa.

AkashA adalah sebuah fusion band yang menggabungkan 4 budaya, Malaysia, India, China, dan Barat. Sang komposer sekaligus gitaris, Jamie Wilson berasal dari Australia. Kumar, sang pemetik sitar berasal dari India. Eric Li, adalah pianis keturunan China. Sedangkan penabuh perkusi, Moh. Shah Nizam berkebangsaan Malaysia. Tiga anggota lainnya adalah Gregg Hendersen (bass), Vick (perkusi/tabla), dan Sivabalan (perkusi/mridangam). Tidak mengherankan jika grup ini menyebut diri mereka sebagai pengusung world music.

???????????

Ada kalanya kita akan dibawa kepada sebuah instrumen yang menenangkan hingga membikin terlena. Bahkan saya memilih untuk mendengarkan sambil menutup mata. Ada kalanya sebuah lagu membuat para penonton antusias lalu mengikuti sambil bertepuk tangan. Ada kalanya sebuah lagu membuat penonton “hyper” (seperti lagu Chasing The Camel). Sang leader, Jamie, juga sangat atraktif, sehingga penampilan mereka malam itu sangat menghibur dan berkesan.

Bagi saya, adalah sebuah keberuntungan dapat menyaksikan mereka malam itu.

PS: Acara Simfest hari ke-2 diakhiri oleh penampilan band asal Senegal, Mama Afrika.

Advertisements

One thought on “AkashA Malaysia @Sawahlunto International Music Festival 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s