review · short theme · Uncategorized

Melody Gardot Complex

Di dalam Psikologi, saya mengenal sebuah teori kepribadian yang diperkenalkan oleh Alfred Adler. Menurutnya, inti dari kepribadian adalah perjuangan untuk menggapai superioritas. Ketika seorang tenggelam dalam rasa ketidakberdayaan atau mengalami suatu peristiwa yang membuat dirinya tidak mampu berbuat apa-apa, orang tersebut mungkin akan mengalami inferioritas. Jika perasaan tersebut semakin dalam, maka ia mungkin akan mengembangkan kompleks inferioritas (inferiority complex) yaitu rasa minder. Kompleks inferioritas membuat perasaan normal akan ketidakmampuan menjadi berlebihan, membuat individu merasa tidak mungkin meraih tujuan dan akhirnya tidak mau lagi mencoba. Perjuangan seseorang untuk menggapai kompleks tersebut menyebabkan berkembangnya kompleks superioritas (superiority complex) sebagai cara untuk mempertahankan harga diri.

Adler tidak menciptakan teori ini semata-mata karena imajinasinya. Ia telah melalui masa-masa tersulit di dalam kehidupannya, menderita penyakit pneumonia di usia lima tahun, dan pernah ditabrak dua kali di jalanan. Ia mengalami trauma yang hebat hingga membuatnya kehilangan kesadaran. Percumbuannya dengan kematian dan pengetahuannya akan kematian dan pengetahuannya akan kerapuhan dirinya membuat Adler merasa tidak berdaya dan ketakutan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi dokter karena ingin belajar mengalahkan kematian.*

—–

melody

Superiorty Complex adalah hal pertama yang terlintas di kepala saya saat membaca profil mengenai Melody Gardot. Lahir pada tanggal 2 Februari 1985 di Pennsylvania, Amerika Serikat ia memulai karir sebagai penyanyi di tahun 2005.

Di bulan November tahun 2003, ia mengalami sebuah kecelakaan. Melody yang sedang bersepeda ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang menerobos lampu merah. Ia yang saat itu berumur 19 tahun mengalami luka yang serius pada bagian kepala, sumsum tulang belakang dan bagian panggul. Akibat dari kecelakaan ini adalah ia harus dirawat di rumah sakit selama setahun dan hanya bisa berbaring. Saat menjalani perawatan, ia harus belajar kembali cara berjalan dan menggosok gigi. Efek lain dari luka serius yang dideritanya adalah, Melody harus selalu mengenakan kacamata karena matanya mengalami hipersensitifitas terhadap cahaya (dan suara). Ia juga mengalami masalah pada memori jangka panjang dan jangka pendek serta tidak dapat mengingat waktu.

Musik adalah terapi yang diusulkan oleh physician yang merawat Melody. Sang ahli percaya bahwa musik membawa pengaruh yang signifikan terhadap kerusakan otak yang diderita Melody. Mulai saat itu, Melody mulai belajar bernyanyi kembali, belajar bermain gitar, bahkan menciptakan lagu. Terbukti, musik dapat membantu Melody hingga secara berangsur-angsur kembali pulih.

Saya tidak akan meceritakan bagaimana ia memulai karir musik karena anda bisa menemukannya dengan mudah (just get into wikipedia or else). Yang pasti, sejarah perjuangan Melody semenjak kecelakaan hingga menjadi seorang musisi membuatnya digelari The Accidental Musician. Hingga saat ini ia masih selalu mengenakan kacamata, bahkan untuk keperluan membuat videoklip. Sesekali ia membuka kacamata, namun selalu untuk adegan menutup mata. Ia juga masih menggunakan tongkat untuk membantunya bergerak di atas panggung.

Nama Melody Gardot sendiri tidak familiar di telinga saya. Berawal dari perselancaran di Youtube (lagi-lagi), saya menemukan video klip La Vie En Rose. Saya memang sangat menyukai lagu tersebut dan merasa penasaran dengan berbagai macam versinya. Pertama kali mendengarkan suara musisi ini, saya tidak terlalu terkesan. La Vie en Rose telah dinyanyikan oleh berpuluh musisi dari genre yang berbeda. Mendengarkan versi Melody Gardot terasa seperti “just another version“. Satu-satunya hal yang menarik bagi saya saat menonton video klip tersebut adalah “kenapa orang ini selalu memakai kacamata? eksentrik sekali”.

Saya mulai menyukai suara Melody Gardot saat mendengarkan lagu Baby I`m a Fool. Walaupun soft (dan terkesan humming), namun dalam dan berkarakter. Tidak membutuhkan high pitch, dan saya suka sekali bagian scat singing di tengah lagu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s