album · music · song

Hanyut Dalam Komposisi Delapan Cinta

Ubiet & Dian HP

Komposisi Delapan Cinta adalah sebuah album milik Ubiet & Dian HP, dua orang musisi kawakan yang berkolaborasi menghasilkan sebuah album yang menakjubkan. Album yang diproduksi pada tahun 2011 ini menghadirkan lirik-lirik yang yang berasal dari puisi dua orang penyair Indonesia yaitu Nirwan Dewanto dan Sitok Srengenge. Singkatnya, album ini merupakan kumpulan puisi yang dibalut musik yang sangat indah. Para musisi ini sendiri menyebut genre lagu-lagu di dalam album ini sebagai art song.

Saya mengenal album ini berkat lagu Menulis Cinta yang saya dengarkan pertama kali melalui radio streaming demajors.com. Menulis Cinta adalah puisi Sitok Srengenge yang dinyanyikan oleh Ubiet dan musiknya diaransemen oleh Dian HP. Lagu ini adalah lagu cinta yang saya pikir, sangat jarang ditemukan diantara lagu-lagu cinta saat ini. Tidak ada kesan cheesy yang saya dapatkan selain lirik dan musik yang sangat menyentuh.

Coba simak untaian lirik berikut:

You ask me to write down the word love
I didn’t know the first letter nor the rest
I took the entire alphabet upside down
But graves merely fraud words

Don’t ask me to write down love anymore
These letters of mine isn’t enough
Do not even suffice for your name

Because love is you
Whom I can not sight
Except in my heart beat

Kau minta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Ku bolak-balik seluruh abjad
Kata-kata cacat yang kudapat

Janganlah lagi minta aku menulis cinta
Huruf-huruf ku tak tahu
Bahkan tak cukup untuk namamu

Sebab cinta adalah kau
Yang tak mampu kusebut
Kecuali dengan denyut

Janganlah lagi minta aku menulis cinta
Huruf-huruf ku tak tahu
Bahkan tak cukup untuk namamu

Sebab cinta adalah kau
Yang tak mampu kusebut
Kecuali dengan denyut

Saya sendiri tidak menyarankan anda mendengarkan lagu ini jika sedang berada dalam kondisi jatuh cinta ataupun patah hati. Karena saya bisa menjamin anda akan “terlalu” terhanyut oleh lagu ini. Bukan saja karena lirik diatas, tapi juga aransemen pop klasik yang didominasi piano, violin dan flute.  Bahkan beberapa kawan yang tanpa sengaja mendengarkan lagu ini (melalui mixtape 8tracks) mengatakan bahwa lagu ini seperti jebakan yang membuat perasaan tak menentu persis di saat pertama kali didengarkan.

Lagu-lagu lain yang dihadirkan di album ini adalah “Penghujung Musim Hujan”, “Kau Angin”, dan “Cinta Pertama” yang juga merupakan puisi karya Sitok Srengenge. Sedangkan lagu “Kuintet”, “Wajah”, “Merah”, dan “Air” merupakan lagu yang liriknya merupakan puisi Nirwan Dewanto. Bagi saya, mendengarkan satu album Delapan Komposisi Cinta seperti menikmati karya seni brillian yang tidak ternilai harganya. Terkesan berlebihan memang. Namun saya menjamin apa yang ditawarkan album ini tidak akan membuat penikmat musik kecewa.  Apalagi bagi anda penggemar musik klasik maupun etnik juga opera.

Hal yang menarik adalah, album ini tidak diproduksi oleh label major melainkan label demajors yang notabene adalah label indie. Seakan-akan mengisyaratkan bahwa musisi sekaliber Ubiet dan Dian HP lebih memilih jalur indie yang hanya dinikmati segelintir orang yang benar-benar mendengarkan lagu-lagu berkualitas. Album seharga RP.40.000,- ini dapat anda peroleh dari katalog demajors.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s