gigs · live · music

Pop Land Soundversity

Acara musik bertema Pop!Land yang diusung Komunitas Musik Fikom Unpad ini diselenggarakan pada tanggal 27 Mei 2013. Bertempat di Lapangan Jasa Motor (didepan kampus IPDN Jatinangor) acara ini menghadirkan beberapa musisi diantaranya Parisude, A.F.F.E.N, Payung Teduh dan Efek Rumah Kaca.

Berhubung saya sudah lama menyukai dan menikmati lagu-lagu Payung Teduh dan Efek Rumah Kaca, tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kapan lagi saya bisa menyaksikan performance mereka secara langsung? Beruntungnya saya karena Aulia (sahabat saya) bersedia menemani. Saat itu saya membeli tiket pre-sale seharga Rp.15.000,- di kampus UNPAD Jatinangor. Harga tiket on the spot adalah seharga Rp.20.000,-.

Sebenarnya, acara Pop Land ini dimulai dari sore, menghadirkan beberapa performance band. Tetapi kami memutuskan untuk berangkat ke venue setelah maghrib karena kabarnya Payung Teduh akan manggung sekitar jam 20.00. Karena malam itu hujan turun, kami memutuskan untuk terlebih dahulu singgah di Jatos membeli jas hujan. Sesampainya di venue, ternyata penonton yang datang masih belum banyak. Band yang pertama kali kami saksikan malam itu adalah Parisude. Ini adalah pertama kalinya saya mengenal musik mereka, sekaligus menyaksikan aksi panggung yang mengesankan. Parisude beranggotakan Amanda Chittara pada vokal, dan Yudhistira Mirza sebagai digital composer. Bersama additional player lainnya, malam itu mereka membawakan 5 lagu. Musik pop elektronik dibumbui instrumen etnik tentunya sangat menarik.

Band kedua yang kami saksikan malam itu adalah A.F.F.E.N. Seperti Parisude, ini adalah pertama kalinya saya mengenal musik mereka. Memang sudah lama mendengar nama A.F.F.E.N dan berbagai pujian tentang mereka, tapi entah kenapa dulu saya tidak begitu tertarik. Malam itu saya malah langsung jatuh cinta dengan musik mereka. Saya juga sangat suka aksi panggung mereka yang memukau. By the way, saya baru tahu kalau A.F.F.E.N adalah singkatan dari Anatomy for Fabulous Emergency Noise. Thats why, you`ll taste post rock and noise!

Band selanjutnya adalah band yang sangat saya nantikan. Siapa lagi kalau bukan Payung Teduh. Penampilan mereka malam itu diawali dengan lagu Rahasia. Ah, siapa yang tak hanyut dalam lirik “harum mawar membunuh bulan” itu? Suara Is yang merdu, petikan gitarnya, ukulele…sayang sekali malam itu Comi tidak bisa tampil bersama contra bassnya (malam itu ia dipinjami bass oleh bassist ERK). Beberapa lagu yang mereka bawakan malam itu diantaranya, Angin Pujaan Hujan, Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan, Menuju Senja, Resah, Cerita Tentang Gunung dan Laut, dan satu lagu duet berjudul Mari Bercerita. Menyaksikan penampilan mereka secara langsung seketika mengukuhkan pendapat saya selama ini bahwa Payung Teduh adalah band yang sangat bagus dan berkualitas. Payung Teduh sungguh dapat “meneduhkan” telinga dan perasaan setiap penikmat musiknya.

payung teduh-resize
credit to: Aulia Laratika Rizal

Band terakhir yang tampil malam itu adalah Efek Rumah Kaca. Tidak hanya tampil sebagai Efek Rumah Kaca, malam itu mereka juga membawa serta personil Pandai Besi. Diawali dengan lagu Desember versi Pandai Besi yang sangat jauh berbeda dari versi aslinya, musik Cholil cs langsung menghentak Jatinangor malam itu. Kendatipun begitu, ternyata masih banyak penonton yang belum terlalu kenal dengan musik Pandai Besi. Termasuk saya tentunya. Alhasil, di lagu pertama saya mengikuti liriknya dalam hati saja, hahaha. Beberapa lagu lainnya yang dibawakan ERK adalah Sebelah Mata, Debu-Debu Beterbangan (versi Pandai Besi), Di Udara, Mosi Tidak Percaya, Hujan Jangan Marah, Menjadi Indonesia, dan yang terakhir adalah lagu favorit setiap penikmat ERK, Desember (versi asli). Saya sangat menikmati penampilan mereka malam itu. Tapi yang membuat saya sangat terkesan adalah permainan bass Poppie Airil. Bersih dan dinamis!

Pandai Besi membawakan lagu Desember
Pandai Besi membawakan lagu Desember

Saya bersyukur sekali pada akhirnya dapat menyaksikan aksi panggung mereka secara langsung. Menikmati musik indie tanpa pernah menyaksikan penampilan mereka secara langsung tentu tidak lengkap rasanya. Setuju?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s