Mocca (@FocalPoint BDG 2013)

Buat saya, memiliki kesempatan untuk menonton konser Mocca seperti sebuah mimpi menjadi kenyataan. Betapa tidak, saya sudah mengenal band ini sejak SMP. Masa-masa dimana menyambangi toko kaset setiap minggu adalah sebuah kewajiban. Suatu senja di akhir pekan, bersama kakak perempuan dan sepupu, saya jatuh cinta pada “pendengaran” pertama pada Mocca. Saat itu toko kaset tersebut (kalau tidak salah M-Studio) memutar lagu-lagu mereka. Saya dan kakak langsung tertarik meskipun tidak tahu siapa penyanyi lagu tersebut. Yah, siapa yang tidak jatuh cinta mendengarkan lagu Secret Admirer? Karena penasaran, kami memutuskan untuk bertanya langsung pada pramuniaga. Setelah mereka memberi tahu, kami langsung membeli kaset tersebut tanpa ragu. Yes, that was My Diary, album pertama Mocca di tahun 2002.

Akhirnya, di hari Minggu tanggal 5 Mei 2013 kemaren saya memiliki kesempatan untuk menyaksikan mereka secara live. Sebenarnya, dua minggu yang lalu saya seharusnya menonton mereka di acara charity festival sebuah universitas di Jatinangor. Tetapi sebuah kejadian menggagalkan rencana tersebut, padahal tiket sudah di tangan. Saat mengetahui bahwa mereka akan tampil di acara Focal Point Bandung 2013, saya memutuskan untuk membeli tiket lagi. Walaupun awalnya ragu karena tidak ada yang bisa menemani, yang artinya saya harus menonton sendirian.

Venue yang berlokasi di Taman Ganesha ITB sangat mudah dijangkau dari kost sepupu saya. Hanya butuh berjalan kaki selama 20 menit dan saya sudah sampai di ITB. Awalnya saya sempat nyasar dan kehilangan arah (karena sendirian). Namun setelah mengikuti petunjuk dari sepupu melalui sms dan mengikuti arah segerombol orang, saya sampai juga di tempat acara. Indah sekali Taman Ganesha malam itu. Lampu-lampu warna-warni dipasang di pepohonan, tenant-tenant berjejer, banyak anak-anak berlarian. Benar-benar terasa seperti festival. Sebelum acara puncak (show Mocca), saya sempat menyaksikan penampilan band-band universitas, dan marching band yang berparade mengelilingi taman.

Konser Mocca dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum mereka naik ke atas panggung, para penonton (Swinging Friends) dibagikan sebuah balon oleh panitia. Balon ini nantinya akan dilepaskan ke udara setelah diberikan aba-aba. Malam itu saya memperoleh balon warna ungu.

Aksi pembuka Mocca diawali oleh lagu Listen To Me. Hanya Arina (vokalis) dan Riko yang ada di atas pentas pada saat itu. Disusul lagu kedua, I Love You Anyway, semua member dan musisi pendukung sudah berada di atas panggung. Selanjutnya, Mocca membawakan lagu I Think I`m In Love yang diambil dari album kedua mereka, Friends. Di lagu ketiga ini, saya mulai ikut bernyanyi mengikuti alunan suara sang vokalis.

Selanjutnya mereka membawakan lagu This Conversation yang bertempo lambat. Dilanjutkan dengan lagu My Only One dan Lucky Man. Beberapa kali Arina menyapa penonton dan meminta request penonton diselingi jokes yang lucu. Show dilanjutkan dengan lagu pengantar On The Night Like This. Disusul lagu debut paling legendaris, Secret Admirer. Ah, saatnya bernostalgia mengenang masa-masa remaja, hahaha. Setelah membawakan Butterflies in My Tummy, Mocca menyanyikan lagu Hyperballad (Bjork cover). Senang sekali rasanya, karena lagu ini adalah semacam lagu kebangsaan bagi saya. Beruntung mereka menyertakan lagu ini dalam list malam itu.

Setelah Hyperballad yang dibawakan secara manis ala Mocca, mereka melanjutkan show dengan membawakan lagu Lucky Me. Diselingi doa Arina agar para penonton yang masih mahasiswa cepat lulus, Mocca mempersembahkan lagu The Best Thing. Saya ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti lagu ini. Lagu selanjutnya adalah lagu favorit saya dari album kedua Mocca, yaitu Friends. Mendengarkan lagu ini entah kenapa saya merasa sedikit sedih karena harus menonton konser ini sendirian.

Selanjutnya mereka membawakan lagu yang selalu saya dengarkan saat masih kuliah di semester dua, Happy. Menyenangkan sekali bisa bernyanyi dan menari mengikuti lagu ini. Lagu yang ceria dan kekanak-kanakan namun memiliki pesan yang dalam. Lirik lagu ini bahkan pernah menjadi motto hidup saya saat itu “Keep your chin up, and be happy!”.

Sebelum menyanyikan lagu I Remember, Arina mengumumkan bahwa ini adalah lagu terakhir. Siapa yang tidak tahu lagu ini? OST dari filem Catatan Akhir Sekolah ini dibawakan dengan apik. Di tengah lagu, sebelum verse kedua, Arina maju ke tepi panggung, dan melepaskan balon yang ia pegang. Mengikuti aba-aba ini, para penonton pun langsung melepaskan balon-balon mereka ke udara. Pemandangan yang sangat indah saat langit dihiasi warna-warni balon diiringi suguhan lagu yang sangat memorable. Hingga akhirnya lagu selesai dan vokalis berpamitan. Masing-masing member meninggalkan panggung, begitu juga dengan sebagian penonton yang bubar (termasuk saya). Namun beberapa penonton tetap bertahan di depan panggung dan meneriakkan “We want more! We want more!”

Tidak disangka malam itu mereka melanjutkan show. Setelah kembali naik ke atas panggung, mereka mengajak para penonton merapat. Saya langsung memposisikan diri di sisi panggung sebelah kanan. Encore diawali oleh lagu Me & My Boyfiend yang sangat terkenal itu. Para penonton mulai menari mengiringi musik dan terdengar riuh rendah saat para member mengubah irama lagu menjadi reggae saat reffrain sebelum lagu berakhir. Lagu selanjutnya adalah lagu up beat dari album pertama, Life Keeps On Turning. Hingga akhirnya, lagu terakhir, Swing It Bob. Sebelum lagu ini dibawakan, Arina mengundang tiga orang penonton ke atas panggung. Saat lagu ini dibawakan, ketiga orang ini diajak berdansa oleh Arina. Hal yang paling mengagetkan bagi saya yang pertama kalinya menyaksikan show mereka secara live adalah saat Toma (bassist) bernyanyi menggantikan part Bob Tutupoli.

Hingga akhirnya konser itu benar-benar berakhir. Saya sepertinya masih dihinggapi semacam euphoria hingga saat ini. Walaupun sendirian, saya sangat menikmati konser tersebut. Suasana taman yang sangat indah, udara yang sejuk, musik yang luar biasa dengan sound system yang sangat jernih, senyum Arina yang sangat manis (that`s her pearly smile), penonton yang rapi dan atraktif. Benar-benar konser yang sangat memorable.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s